3 Bahan Penting untuk Cuci Tangan yang Baik dan Benar

Tangan merupakan sumber kuman terbanyak di tubuh manusia. Kontaminasi kuman dari berbagai barang bisa jadi menimbulkan penyakit dalam tubuh. Karenanya kini diperlukan pemahaman cara mencuci tangan yang baik dan benar sebagai opsi pemutusan rantai penyakit dari tangan. 

Bahan Penting untuk Cuci Tangan

Sedikitnya ada 3 bahan penting untuk cuci tangan. Ketiganya saling berkaitan untuk mendukung pembunuhan kuman yang berada di permukaan kulit tangan. Berikut 3 bahan penting yang harus ada saat hendak cuci tangan.

Air Mengalir

Air jadi unsur pertama yang harus ada bila ingin mencuci tangan. Tidak sembarang air, yang digunakan haruslah air bersih dan mengalir. Bila air tidak bersih maka sama saja dengan mengganti bahkan menumpuk kuman yang ada di tangan.

Sedangkan air mengalir dimaksudkan agar kotoran mudah terbuang mengikuti alur air. Air yang mengalir juga diharuskan untuk memiliki alurnya sendiri agar air bilasan tidak lagi mengenai tangan yang sudah bersih.

Sabun

Untuk bisa mendapatkan hasil sempurna, amat direkomendasikan untuk mencuci tangan menggunakan sabun. Beragam jenis sabun umumnya bisa digunakan namun alangkah baiknya bila menggunakan sabun cair.

Sabun cair lebih mudah diaplikasikan ke seluruh permukaan kulit tangan. Sabun cair juga tidak menyebabkan kontak langsung dengan cairan sabun itu sendiri. Jadi kontaminasi dan penimbunan di sabun yang tersentuh akan terhindar dengan mudah.

Pengering

Terakhir, pengering digunakan untuk menghilangkan percikan air bekas cuci tangan. Akan lebih besar kemungkinannya untuk terjadi kontaminasi kuman pada tangan yang masih basah. Jadi pengering baik lap maupun tisu. 

Tentu saja harus menggunakan lap tangan atau tisu yang bersih. Pemanfaatan serat kering dan bersih lainnya juga bisa dilakukan untuk mengeringkan air yang masih ada di tangan. Opsi lainnya Anda juga bisa menggunakan alat pengering tangan otomatis agar lebih praktis.

3 bahan di atas jadi bahan utama agar bisa mendapat proses cuci tangan yang baik dan benar. Perhatikan juga frekuensi cuci tangan. Bila hendak makan, tidur atau melakukan aktivitas lainnya bisa diawali dengan mencuci tangan.