Sinetron Kembalinya Raden Kian Santang Disambut Baik

Sinetron romansa dan drama kehidupan mungkin sudah banyak sih ya, muncul di layar televisi tanah air. Berbagai kisah dari yang diperuntukkan bagi remaja, kisah cinta anak SMA, sampai yang cukup kompleks dan berkaitan dengan keluarga dan pernikahan.

Perlu dong, ada sinetron bergenre drama dan action yang juga menghiasi layar televisi untuk menghibur para penonton. Nah, salah satunya ya Kembalinya Raden Kian Santang yang merupakan lanjutan dari season sebelumnya ini. Sinetron yang tayang perdana pada 5 September 2019 lalu ini diproduksi oleh MNC Picture dan tentunya cuma bisa kamu temui di saluran televisi MNC TV.

Disutradarai oleh Emil G Hampp dan Iyon Priyoko, sinetron Kembalinya Raden Kian Santang kali ini akan memiliki efek-efek yang lebih keren dan menarik. Sinetron kesayangan semua usia ini diperankan oleh Alwi Assegaf, Andanda George, Jenita Janet, dan masih banyak lagi. Tayang tiap pukul 20.20 malam, sinetron yang pada tahun 2012 telah menerima respon positif selama penayangan lebih dari 800 episodenya ini disambut oleh antusiasme penggemar setianya.

Pada season yang kali ini, tokoh utama si Raden Kian Santang yang diperankan oleh aktor cilik berdarah campuran dikisahkan menjalankan tugas yang baru, yang menantang dan penuh petualangan. Dirinya bertugas untuk mendakwahkan Islam di tanah Jawa, yang ternyata tidak semulus dan semudah itu.

Kisah yang diangkat untuk menggambarkan kehidupan pada masa kerajaan Padjajaran ini bakal membawa para penonton kembali dalam sejarah. Kisah dan gambaran tentang bagaimana penyebaran dan dakwah Islam pada mulanya di Indonesia dengan cara yang menarik dan nggak membosankan, pastinya.

Kalau anak kecil seringkali suka bosan diajari sejarah atau nilai dengan cara menceramahi saja, mengajak anak menonton sinetron yang bisa memberikan keduanya ini bisa jadi sangat efektif.

Sinetron ini bukan cuma bertujuan untuk menghibur seperti sinetron pada umumnya. Tiap karakter pemain yang ada di dalamnya juga dibuat sedemikian rupa untuk menunjukkan seperti apa sih, orang yang baik dan seharusnya itu.

Kisah dan nilai moral yang ada di dalamnya bisa sangat mengedukasi penonton yang masih belia, juga menanamkan kembali nilai-nilai yang sudah mulai dilupakan ataupun luntur. Tentu semua itu dibuat dengan hati-hati dengan harapan bisa menjadi inspirasi dan contoh bagi para pemirsa.