Yuk Kenalan dengan Penyakit Kulit Hidradenitis Suppurativa Berikut!

Kulit yang merupakan organ terbesar dan terluar dari tubuh manusia memiliki banyak jenis penyakit yang bisa mengganggu kesehatannya. Berbagai jenis penyakit tersebut umumnya akan menimbulkan gejala gatal-gatal dan munculnya benjolan. Gejala yang mirip membuat beberapa macam penyakit salah diidentifikasikan sehingga menimbulkan kesalahan juga dalam pengobatannya. Agar kesalahan ini tidak berlanjut, Anda perlu mengetahui apa saja penyakit kulit yang bisa menginfeksi manusia. Contoh penyakit kulit yang belum banyak orang ketahui namun sering diderita manusia adalah Hidradenitis Suppurativa atau disebut dengan jerawat inversa.


Seperti nama lainnya yaitu jerawat inversa, kondisi ini berhubungan dengan kelenjar keringat pada kulit yang mengalami peradangan akibat penyumbatan. Kelenjar di bawah kulit yang merupakan saluran dari kelenjar minyak keluarnya keringat, membengkak sebesar kacang dan bisa mengandung nanah. Kondisi ini lebih sering terjadi di area lipatan kulit seperti paha, lengan, dan ketiak. Selain mengandung nanah, benjolan di dalam kulit ini juga akan terasa nyeri yang membedakannya dengan penyakit kulit lainnya. karena terbentuk di saluran kelenjar minyak, jerawat inversa satu dengan yang lain dapat bertemu atau berhubungan dari dalam kulit sehingga area yang terinfeksi semakin luas.

Berikut ini adalah gejala dari jerawat inversa yang lebih detail:

Timbul benjolan di bawah kulit sebesar biji kacang.
Benjolan terasa nyeri, hangat dan memerah.
Benjolan berisi nanah.
Dapat semakin luas atau hanya terkumpul di beberapa titik.
Umumnya terjadi di area ketiak, paha, lengan dan pantat.

Hingga saat ini, jerawat inversa belum diketahui penyebab pastinya. Akan tetapi, beberapa kategori orang dapat memiliki resiko yang lebih tinggi terkena jerawat inversa. Berikut ini adalah kelompok orang dengan resiko lebih tinggi tersebut:

Berusia diantara 20 hingga 29 tahun.
Memiliki keluarga dengan riwayat jerawat inversa.
Wanita lebih sering terkena penyakit kulit ini dibandingkan pria.
Memiliki kebiasaan merokok.
Memiliki obesitas.
Memiliki penyakit yang berhubungan dengan imunitas.

Pada kondisi jerawat inversa, dokter dapat melakukan tindakan diagnosa dengan mengambil sampel nanah dan melakukan pemeriksaan laboratorium. Jerawat inversa sendiri dapat dikategorikan menjadi 3 fase atau stadium, yaitu:

Stadium satu.
Abses terbentuk di satu titik atau beberapa titik yang terpisah tanpa terhubung di jaringan sinus.

Stadium dua.
Abses mengalami kekambuhan di beberapa area dan mulai terbentuk jaringan sinus.

Stadium tiga.
Abses muncul di beberapa area dan sudah terbentuk jaringan sinus yang menghubungkannya.

Bagi mereka yang sudah mengalami penyakit jerawat inversa ini, ada beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan. Untuk stadium awal dimana belum terbentuk jaringan sinus, pengobatan dilakukan dengan konsumsi obat-obatan hingga salep topikal. Namun jika jaringan sinus sudah terbentuk dengan kata lain sudah berada di fase ketiga dari jerawat inversa, pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan pembedahan untuk mengambil nanah di dalam kulit.

Dengan penjelasan di atas, kini Anda mengetahui lebih detail mengenai penyakit hidradenitis suppurativa sebagai salah satu penyakit kulit yang bisa diderita manusia. kenali gejalanya dan jangan salah dengan penyakit yang lain. Jika Anda memiliki gejala jerawat inversa ini, segera berkonsultasi dengan dokter kulit secara langsung sehingga dapat dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui kondisi di bawah jaringan kulit sehingga menemukan cara pengobatan yang tepat untuk menghilangkan dan mencegah kekambuhannya.