Citizen Journalism di Indonesia. Bagaimana Perkembangannya?

Mungkin masih banyak orang yang awam dengan istilah citizen journalism. Memang istilah ini baru digunakan dalam beberapa tahun terakhir. Dulunya media hanya dimonopoli oleh para jurnalis dan orang-orang yang memiliki background pendidikan jurnalisme. Namun, akhir-akhir ini muncul istilah baru yang disebut sebagai citizen journalism.

Lalu, apa sih citizen journalism itu? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Citizen Journalism di Indonesia

Citizen journalism sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai jurnalisme masyarakat. Yang mana proses jurnalisme ini dilakukan oleh warga biasa yang tidak memiliki latar belakang seorang jurnalis.

Hal ini menjadi umum di dunia modern ini karena kebutuhan media yang semakin tinggi dan juga kemajuan teknologi yang membuat orang semakin mudah dalam membuat berita meski ia bukan seorang jurnalis.

Namun, sayangnya di Indonesia citizen journalism belum memiliki payung hukum sendiri sehingga ia berada di area abu-abu. Di Indonesia, jurnalisme sendiri dilakukan oleh para jurnalis yang tersertifikat.

Media yang Menggalakkan Citizen Journalism

Beberapa media yang mulai menggalakkan citizen journalism antara lain Kumparan, Jitaksara dan IDN Times. Meski tergolong baru, citizen journalism mulai banyak diperhitungkan lho. Hal ini terbukti semakin tingginya animo masyarakat yang mau menyumbangkan ide, tulisan dan pikiran mereka melalui website tersebut.

Memang, tidak semua warga bisa melakukan citizen journalism. Memiliki kemampuan bernarasi adalah kemampuan mutlak yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin melakukan citizen journalism. Jika kamu memiliki kemampuan tersebut, tak ada salahnya untuk mengunjungi Kumparan, Jitaksara atau IDN Times untuk menyumbangkan pikiran dan tulisanmu melalui website tersebut.

Perkembangan Dunia Media di Indonesia

Dunia media di Indonesia sendiri sedang mengalami masa puncaknya di tahun-tahun belakangan ini. Terbukti dengan banyaknya media-media baru yang muncul dan mulai mendobrak dominasi media mainstream yang sudah mapan.

Media seperti Tempo, Liputan 6 hingga Kompas pun harus berbagi porsi dengan media-media baru yang membawa gaya baru ini. Hal ini menjadi baik karena semakin beragamnya media di Indonesia maka tingkat literasi di Indonesia diharapkan juga akan semakin tinggi.