Transmisi CVT: 9 Hal Yang Harus Anda Ketahui

Belakangan ini mobil telah memakai transmisi CVT. Apa sebetulnya CVT itu? CVT ialah singkatan dari Continuous Variable Transmission. Transmisi tipe ini memakai lebih sedikit oli transmisi bila dibanding dengan transmisi matik tipe lama.

Dikutip dari otoaja, berikut hal-hal yang perlu diketahui untuk pemilik mobil yang memakai transmisi ini:

  1. Untuk transmisi manual, tidak dianjurkan untuk menempatkan tangan di tuas persneling sebab akan memberi desakan terlalu berlebih pada Syncromesh. Tetapi ini tidak berlangsung pada transmisi matik CVT, jadi pengemudi bebas menempatkan tangannya di tuas persnelling.
  2. Saat urutan mobil berhenti pengendara tak perlu untuk menetralisir (N) kendaraannya sebab tidak membahayakan sistem transmisi itu.
  3. Pengendara tidak dianjurkan untuk meredam mobil di tanjakan dengan gas, sebab akan membuat sistem CVT tidak tahan lama. Saat berhenti di tanjakan seharusnya ditahan dengan rem.
  4. Buat yang menyukai mencapai pedal gas poll, ini bisa dikerjakan pada transmisi CVT serta tidak mengakibatkan kerusakan elemen.
  5. Pengemudi tak perlu masukkan urutan netral saat jalan turunan panjang. Ini tidak berefek apa saja pada efisiensi BBM atau skema transmisi.
  6. Jangan meredam mesin pada RPM tinggi saat masukkan ke urutan DRIVE (D) dari urutan netral, sebab akan mengakibatkan kerusakan skema transmisi.
  7. Tetap nantikan sampai mobil benar-benar berhenti saat ingin mengubah arah MAJU (D) atau MUNDUR (R).
  8. Untuk keadaan macet, transmisi CVT aman dipakai untuk maju dikit demi sedikit (INCHING) jadi tak perlu cemas bisa mengakibatkan kerusakan sistem CVT.
  9. Untuk mobil yang diperlengkapi sistem triptronic, mengubah gigi pada urutan apa saja aman untuk transmisi, tetapi yang perlu dilihat saat turunkan gigi di RPM tinggi sebab ini mempunyai peluang untuk mengakibatkan kerusakan piston rod.

Semua transmisi matik mempunyai oli transmisi yang perlu ditukar sesuai dengan panduan produsen mobil, untuk pemakai mobil bertransmisi matik yang telah berusia (di atas 100.000km) seharusnya menganti oli transmisi bertambah cepat dari panduan produsen mobil (contoh per/20.000km), untuk jaga usia part lebih lama.